Minggu, 06 Juli 2008

Hati-hati: Terapi Minum 1,5 Liter Air Sekaligus

Anda mungkin pernah mendapat kiriman mail dari teman, kenalan, atau rekan kantor tentang terapi minum air. Satu setengah liter sekaligus! Atau kira-kira enam gelas. Mail tersebut akan menyarankan Anda untuk melakukannya dua kali: di pagi hari dan di malam hari.

Bahkan Kompas pun memuat artikel tentang terapi air ini;

Pagi hari ketika baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1,5 liter air, yaitu lima sampai enam gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1,5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang orang India menamakan terapi ini sebagai usha paana chikitsa.
Namun ada satu hal yang luput diingatkan Kompas atau mail-mail tersebut: terlalu banyak minum air dapat membunuh kita, jika sampai terjadi keracunan air (water intoxication).

Pada bulan Maret 2005, empat orang mahasiswa tanpa sengaja membunuh seorang mahasiswa lainnya karena memaksanya minum air terlalu banyak. Mereka melakukannya untuk memelonco sang korban, tanpa sadar bahwa itu akan mengakibatkan kematian.

Pada tanggal 12 Januari 2007, seorang wanita meninggal dalam kontes minum air sebanyak-banyaknya demi memperebutkan konsol Wii.

Apakah yang sebenarnya terjadi? Asupan air mendadak yang terlalu banyak akan mengurangi kandungan sodium. Dan ini bisa mengakibatkan beberapa organ, terutama otak, membengkak. Yang ditekankan dalam berbagai artikel keracunan air: penyebabnya bukanlah semata-mata total air yang diminum, tapi seberapa cepat kita meminumnya. Dengan kata lain, minum air 1,5 liter sekaligus itu sangat berpeluang untuk menyebabkan keracunan air.

Artikel Kompas menulis:
Pada awal, mungkin terasa sulit minum 1,5 liter air sekaligus. Namun, lambat laun akan terbiasa.
Jika lambung Anda sudah terasa penuh, berhenti saja. Saya sendiri pernah melakukan terapi air ini. Saat pertama kali melakukannya, kepala saya pusing. Dan tubuh jadi enggan untuk digerakkan. Untungnya, saya tidak apa-apa. Dan selanjutnya memang jadi lebih terbiasa.

Karena menurut artikel ini, kepala pusing dan kemalasan mendadak adalah salah dua gejala menuju keracunan air. Kita perlu waspada, terutama saat berwisata ke daerah yang panas. Karena bisa jadi, kita minum terlalu banyak tanpa sadar.

Ini juga yang umum terjadi pada para pelari maraton. Karena terlalu banyak berkeringat, mereka bisa terkena keracunan air jika hanya minum air. Kandungan sodium di tubuh jadi larut dan berkurang drastis. Hal ini bisa dihindari dengan menenggak minuman isotonik atau sejenisnya yang mengandung elektrolit (terutama sodium).

Air memang menyehatkan. Namun, apa pun yang berlebihan akan berakibat buruk. Apalagi kalau kita salah memilih air minum. (Tapi ini pembicaraan berbeda untuk lain kali.)

1 komentar:

omyosa mengatakan...

Dear Friends,

Saya setuju dengan artikel diatas. Untuk melengkapi, saat ini sudah diproduksi air murni dengan kadar meneral anorganik rendah dan memiliki kandungan oksigen yang tinggi, yang mampu dan dapat dijadikan alternatif pilihan untuk HIDUP LEBIH SEHAT.
Mulailah hari ini hidup sehat dengan mengganti konsumsi minum anda sehari-hari dengan OXY Drink Water, yang merupakan air murni beroksigen tinggi yang dapat dijadikan alternatif pemeliharaan kesehatan, penyembuhan berbagai penyakit, juga mampu meningkatkan energi tubuh. Cukup 2 botol (388 ml)per hari pagi hari bangun tidur, dan malam hari menjelang tidur ketika perut dalam keadaan kosong.
Terima kasih.

omyosa : 08159927152